Wednesday, May 5, 2010
...
...
Saturday, March 20, 2010
Si kunang-kunang manis
Kunang-kunang yang dulu biasa saya jumpai di pelataran sawah dekat rumah nenek saya.
Di desa yang jarang penerangan lampu, kehadiran kunang-kunang sungguh menjadi atraksi tontonan malam hari yang indah.
Kunang-kunang itu manis. Sungguh manis.
Mungkin manis karena banyak memori yang banjir ketika saya mengingatnya.
Mungkin manis, karena secercah cahaya indah yang keluar dari bagian perutnya.
Ah.. ya.. memang manis sekali.. pelataran sawah.. gelap malam.. suara jangkrik.. dan tarian cahaya kunang-kunang :)
Beginilah Adanya....
Entah kenapa....
Dunia saya sedikit lebih tenang... lebih hening....
Dunia saya... berjalan sedikit lebih lambat...
Sungguh entah kenapa...
Namun saya pikir... dunia saya... sungguh baik-baik saja adanya....
Saturday, March 13, 2010
....dan tersenyumlah....
lentera
rumput
benang wol
kunang-kunang
rumah putih
pelangi
rintik hujan
gubuk
origami
jangkrik
bayi
benang wol
kecupan
gigi susu
dongeng
kecebong
gulali
pohon asem
sepeda
petasan
kerang
kembang sepatu
Thursday, December 31, 2009
Re-Soul-lution
Siapapun... Dimanapun...
Secercah warna warni yang menyelimuti hidup
Semoga angin menghembuskan sebaris doa ini untuk kalian semua
Malam ini kutengadahkan kepalaku
Kutatap hamparan langit hitam berawan
Kubentangkan kedua tanganku
Kupejamkan mataku
Dan dalam senyum
Kubisikan doa dalam hatiku
Semoga dalam setiap hembusan nafas
Terlahir selalu jiwa "baru" dalam dirimu
Seputih dan sejernih saat semesta menghembuskanmu
Semoga dalam setiap "kelahiran"
Kau sempatkan menundukan kepala
Dan dalam sepejam mata
Bersitkan senyum itu untuk dunia
Senyum yang besuara
...aku cukup...aku damai...
Secercah "Putih"
Secercah “putih”…
Hanya secercah “putih” yang mereka cari…
Kala kelam… jenuh penat dunia menekan…
Kala gemerlap.. bising dunia berteriak…
Hanya secercah “putih” itu yang mereka cari….
Wahai angin, dengarkan.. hari ini, aku berganti rupa lebih dari 9 x..
Make up ku habis…
Pikiranku letih…
Tidak semua suka warna yang kutampilkan…
Wahai mentari, perhatikan… hari ini aku duduk seperti orang bisulan…
Pantatku tebal tak berasa…
Pikirku lelah…
Tidak semua suka posisi yang kupamerkan…
Di rumput basah kuhelakan diriku…
Biarkan… biar saja embun mencium kulitku…
Ku lelah…
Kupejamkan mataku…
Dan kurasakan secercah “putih” menyapaku…
Damai…. Sejuk… Apa adanya
Dan aku… kembali “pulang”
*Teruntuk semua jiwa yang sedang mencari jalan “pulang”… Resolusi setiap hembusan nafas…
